Reses DPRD Gorontalo di Bone Bolango Berlangsung Dinamis, Syamsir Djafar Kiayi Tampung Kritik hingga Usulan Infrastruktur
Info Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan Bone Bolango, Syamsir Djafar Kiayi, memanfaatkan agenda reses masa sidang ketiga tahun 2025-2026 untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tingkohubu Timur, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Senin, 6 Juli 2026.
Forum yang dihadiri warga dari berbagai unsur itu berkembang menjadi ruang dialog terbuka. Beragam persoalan disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat, mulai dari kebutuhan pelayanan dasar hingga evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Mengawali pertemuan, Syamsir menjelaskan sejumlah program yang telah diperjuangkannya selama menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Ia juga memaparkan fungsi reses sebagai mekanisme untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang nantinya akan dibawa ke pembahasan di tingkat legislatif.
Menurut Syamsir, setiap masukan yang diterima menjadi bahan penting dalam menentukan prioritas pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kritik maupun usulan selama kegiatan berlangsung.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah. Keluhan tersebut meliputi pelayanan air bersih PDAM, minimnya penerangan jalan, genangan air yang kerap muncul saat hujan, hingga kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Selain persoalan pelayanan publik, masyarakat juga memberikan kritik terhadap fungsi pengawasan DPRD yang dinilai perlu diperkuat. Warga turut meminta kejelasan mengenai perkembangan pembangunan Jembatan Merdeka serta keberlanjutan program bantuan rumah bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
Diskusi berlangsung terbuka dengan berbagai pandangan yang disampaikan secara langsung kepada anggota legislatif.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Syamsir mengaku dialog di Desa Tingkohubu Timur menjadi salah satu agenda reses yang paling aktif dibandingkan lokasi lain yang telah dikunjunginya.
Ia menilai keberanian masyarakat menyampaikan kritik merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, DPRD membutuhkan masukan dari masyarakat agar proses pengawasan dan penyusunan kebijakan dapat berjalan lebih efektif.
Seluruh aspirasi yang diterima, kata Syamsir, akan dihimpun sesuai bidang kewenangan untuk selanjutnya diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Kritik seperti ini justru kami butuhkan. Aspirasi masyarakat menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah perjuangan di DPRD agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.
Syamsir menegaskan pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, hasil reses akan menjadi salah satu referensi dalam memperjuangkan program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, dan akses pendidikan.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD terus terjaga sehingga setiap persoalan yang muncul di daerah dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook