Semangat Kekeluargaan Warnai Pembentukan Paguyuban Orang Tua di SDN 41 Hulondhalangi

Semangat Kekeluargaan Warnai Pembentukan Paguyuban Orang Tua di SDN 41 Hulondhalangi
Wali Kelas 1C, Zully Lestari, berfoto bersama para orang tua usai pembentukan Paguyuban Orang Tua(Foto.Istimewa)
Semangat Kekeluargaan Warnai Pembentukan Paguyuban Orang Tua di SDN 41 Hulondhalangi

Info Gorontalo - SDN 41 Hulondhalangi, Kota Gorontalo, mulai menjalankan proses pembelajaran setelah seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir. Memasuki tahun ajaran baru, sekolah menempatkan peserta didik kelas 1 ke dalam empat rombongan belajar sebagai bagian dari pengaturan kegiatan belajar mengajar.

Tahapan awal tersebut tidak hanya difokuskan pada kesiapan siswa, tetapi juga membangun kemitraan antara sekolah dan keluarga. Setiap wali kelas menggelar pertemuan dengan orang tua murid untuk menyamakan pola komunikasi sekaligus memperkuat dukungan terhadap perkembangan anak selama satu tahun pelajaran.

Wali Kelas 1C, Zully Lestari, dengan penuh semangat mengadakan pertemuan bersama orang tua siswa. Agenda tersebut diisi dengan perkenalan, penyampaian program kelas, serta pembahasan mekanisme komunikasi yang akan diterapkan selama proses pembelajaran berlangsung.

Dalam forum itu, Zully mengusulkan pembentukan paguyuban orang tua sebagai sarana koordinasi antara wali murid dan pihak sekolah. Menurutnya, komunikasi yang terbangun sejak awal akan mempermudah pelaksanaan berbagai kegiatan kelas sekaligus meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.

Ia menilai pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Dukungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, disiplin, serta semangat belajar peserta didik.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh wali murid. Melalui musyawarah, orang tua siswa kemudian memilih kepengurusan paguyuban sebagai wadah yang akan menjembatani komunikasi dengan wali kelas selama tahun ajaran berlangsung.

Ferry Poiyo dipercaya memimpin Paguyuban Orang Tua Kelas 1C. Ia menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan mengedepankan kerja sama yang baik bersama sekolah.

“Paguyuban ini kami harapkan menjadi ruang komunikasi yang efektif antara orang tua dan pihak sekolah. Dengan koordinasi yang baik, setiap kegiatan yang melibatkan siswa dapat dipersiapkan bersama sehingga pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Ferry.

Ia menegaskan, keberadaan paguyuban bukan hanya untuk membantu pelaksanaan kegiatan kelas, tetapi juga menjadi mitra sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak-anak.

Menurut Ferry, keberhasilan pendidikan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara guru dan orang tua. Karena itu, seluruh wali murid diharapkan aktif berpartisipasi dalam setiap program yang disusun bersama.

“Kami siap memberikan dukungan kepada sekolah, khususnya Wali Kelas 1C, agar setiap program yang berkaitan dengan kegiatan belajar maupun pengembangan karakter siswa dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Pembentukan paguyuban menjadi salah satu langkah awal yang ditempuh SDN 41 Hulondhalangi untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kebutuhan siswa dapat dibahas secara bersama sehingga solusi dapat diambil lebih cepat dan tepat.

Sinergi antara guru dan orang tua juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan dukungan kedua pihak, siswa memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.(IG01)