UMGO Buka PKKMB 2026, Budaya Gorontalo Jadi Bagian Penyambutan
Info Gorontalo - Universitas Muhammadiyah Gorontalo atau UMGO resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Senin (31/8/2026).
Mengusung tema “Excellent and Leading University”, PKKMB UMGO menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus memahami nilai yang menjadi identitas kampus.
Pembukaan kegiatan berlangsung dengan nuansa khas Gorontalo. Jajaran pimpinan UMGO, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, pimpinan lembaga hingga Ketua Program Studi, menerima prosesi penyambutan adat Tujai yang dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Langga.
Unsur adat tersebut memberi warna pada pembukaan PKKMB sekaligus memperkenalkan budaya Gorontalo kepada mahasiswa yang datang dari berbagai daerah.
Sekretaris Panitia PKKMB UMGO, Ririn Gintulangi, S.Sos., M.Si., mengatakan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 berasal dari 19 provinsi di Indonesia.
Peserta PKKMB terdiri atas mahasiswa kelas reguler dan nonreguler.
“Mahasiswa baru UMGO berasal dari berbagai daerah dengan keterwakilan dari 19 provinsi,” ujar Ririn dalam laporannya.
Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter.
Ia mengingatkan mahasiswa bahwa keputusan menempuh pendidikan tinggi membawa tanggung jawab kepada keluarga dan daerah asal.
“Mahasiswa itu adalah duta besar yang berkuasa penuh. Kalian datang ke sini mewakili orang tua dan daerah masing-masing untuk menimba ilmu,” kata Kadim.
Menurutnya, mahasiswa membutuhkan keseimbangan antara iman dan ilmu untuk menghadapi proses pendidikan. UMGO karena itu mendorong mahasiswa mengembangkan pengetahuan, akhlak, kepemimpinan, serta soft skill.
Salah satu target yang ditawarkan UMGO ialah kesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun.
Kadim meminta mahasiswa menyusun rencana studi sejak awal agar masa kuliah berjalan efektif. Percepatan masa studi, kata dia, tetap harus berjalan bersama kualitas pembelajaran.
“Kalau bisa 3,5 tahun, kita beri ruang untuk itu,” ujarnya.
UMGO juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan tugas akhir lebih awal. Mahasiswa dapat mulai memprogramkan skripsi sejak semester VI sehingga penyelesaian pendidikan tidak harus menunggu persiapan pada semester akhir.
“Skripsi bukan sesuatu yang harus menunggu ujian terakhir. Semester VI sudah bisa diprogramkan,” kata Kadim.
Ia menjelaskan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki karakter yang menjadi kekuatan masing-masing. UMGO membangun budaya akademik dengan menggabungkan nilai religius, kepemimpinan, dan pengetahuan.
“Di UMGO, budaya akademik kita mengandung nilai religius, leadership, dan pengetahuan,” ujarnya.
Menurut Kadim, lingkungan kampus tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk iman, akhlak, kepemimpinan dan soft skill.
“Beruntunglah masuk UMGO. Tidak banyak kampus yang mengangkat iman, ilmu, akhlak dan soft skill,” katanya.
Kadim juga menegaskan bahwa UMGO terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Status UMGO sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa non-Muslim untuk belajar dan berkembang di kampus tersebut.
“Walaupun kampus Islam, bagi mahasiswa non-Muslim jangan ragu. Muhammadiyah adalah organisasi yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan keberagaman,” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di UMGO. Kadim meminta mahasiswa menjaga kebersamaan dan memanfaatkan kesempatan selama berada di kampus untuk menyiapkan masa depan.
“Selamat datang di kampus biru putih, kampus membangun citra dan merancang masa depan gemilang. Tanpa kalian kami juga tidak ada apa-apanya. Karena itu, kebersamaan kita di kampus ini harus dijaga,” pungkasnya.


Komentar (0)
Komentar Facebook