Komisi III DPRD Gorontalo Tinjau Penerima BSPS, Temukan Rumah dengan Kondisi Memprihatinkan
Info Gorontalo - Di balik program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026, ada warga yang masih bertahan di rumah dengan kondisi jauh dari kata layak.
Salah satunya berada di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Rumah itu hanya memiliki satu kamar. Lantainya masih berupa tanah dan sebagian ditutupi tikar. Dindingnya menggunakan tripleks. Sementara bagian atap sudah dalam kondisi kurang baik.
Ketika hujan turun, rumah tersebut tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi penghuninya. Seorang ibu bersama dua anaknya bahkan harus mengungsi.
Kondisi itu dilihat langsung Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, bersama anggota Komisi III saat melakukan peninjauan penerima BSPS 2026.
Espin mengatakan rumah tersebut dihuni seorang janda bersama dua anaknya. Kondisi ekonomi keluarga itu juga sangat terbatas.
Sang ibu hanya memperoleh sekitar Rp250 ribu dari pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga di kebun milik tetangga.
Penghasilan tersebut terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama sebulan.
Untuk bertahan, sang ibu mencari tambahan penghasilan dengan menerima pekerjaan mencuci pakaian di rumah-rumah tetangga.
“Bahkan kadang Rp250 ribu ini tidak cukup dalam sebulan. Ibu ini menambah penghasilan dengan jasa mencuci pakaian di rumah-rumah tetangga,” kata Espin.
Kondisi itu membuat Espin prihatin. Ia menyebut peninjauan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Menurut Espin, kondisi rumah tersebut menunjukkan bahwa penerima BSPS memang berada dalam kondisi yang membutuhkan bantuan.
“Ini yang membuat hati kami tergerak untuk segera mendorong agar rumah tersebut mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pengawasan, anggota Komisi III juga ikut membantu. Mereka memberikan sedekah berupa bahan bangunan untuk mengurangi beban swadaya yang harus ditanggung keluarga penerima.
Masyarakat sekitar turut bergotong royong. Kepala desa mengoordinasikan warga untuk membantu proses pembangunan rumah tersebut.
Bagi keluarga ini, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki rumah. Ada harapan agar mereka tidak lagi mencari tempat mengungsi setiap kali hujan turun.
Namun Espin mengingatkan, persoalan keluarga tersebut tidak selesai ketika rumah berdiri dan pembangunan rampung.
Sebab, kondisi ekonominya masih sama. Penghasilannya tetap sekitar Rp250 ribu dan kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.
Karena itu, Espin berharap pemerintah tetap memberikan perhatian setelah rumah selesai dibangun.
“Meski nanti rumah ini sudah selesai, kami berharap ibu ini tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena bantuan rumah ini sifatnya swadaya, sementara penghasilannya tetap sama,” kata Espin.
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo pun menegaskan fungsi pengawasan akan terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar diterima warga yang membutuhkan.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook