Setelah Jasin, Upin Cabut Somasi KADIN: Saya Ingin Polemik Segera Berakhir

Setelah Jasin, Upin Cabut Somasi KADIN: Saya Ingin Polemik Segera Berakhir
Mantan Ketua OKK BPD Hipmi dan Pengurus BPP Hipmi periode 2022-2025, Nurbadri Pakaya (foto.istimewa)

Info Gorontalo - Polemik Muskot KADIN Kota Gorontalo kembali menjadi perhatian. Di tengah keberatan dan somasi yang dilayangkan sejumlah pemilik KTA, satu per satu pihak yang sebelumnya mengambil sikap mulai memilih jalan berbeda.

Terbaru, Nurbadri Pakaya alias Upin, salah satu dari delapan orang yang sebelumnya melayangkan somasi terhadap proses Muskot KADIN Kota Gorontalo, memutuskan menarik kembali somasinya.

Keputusan itu diambil setelah Upin mempertimbangkan persoalan tersebut secara matang. Ia juga mengaku telah berdiskusi dengan Jasin Mohamad, yang sebelumnya lebih dulu mencabut somasi dan keberatannya.

Bagi Upin, polemik KADIN Gorontalo tidak boleh terus berlarut. Ada kepentingan organisasi dan dunia usaha yang menurutnya jauh lebih besar untuk dipikirkan.

“Saya sudah pertimbangkan dengan matang. Saya juga sudah berdiskusi dengan Pak Jasin yang sebelumnya sudah menarik somasinya. Saya memilih menarik somasi ini karena ingin polemik KADIN di Gorontalo segera berakhir,” ujar Upin.

Mantan ketua OKK BPD Hipmi dan Pengurus BPP Hipmi periode 2022-2025 itu menyebut energi para pengusaha seharusnya mulai diarahkan untuk membenahi organisasi dan mempersiapkan KADIN Gorontalo menghadapi agenda yang lebih besar ke depan.

Ia juga mengaku mencermati pernyataan Ketua Caretaker KADIN Gorontalo, Yuliandre Darwis, yang menekankan pentingnya kepentingan bersama dalam membangun KADIN sebagai rumah besar para pengusaha di Gorontalo.

“Saya sudah mendengar apa yang disampaikan Caretaker KADIN Gorontalo, Bang Yuliandre Darwis. Kepentingan rumah besar bagi para pengusaha di Gorontalo menurut saya lebih penting,” katanya.

Namun, pencabutan somasi tersebut tidak berarti Upin meminta pihak lain melakukan hal yang sama. Ia memilih menghormati keputusan para senior dan pihak lainnya yang masih ingin melanjutkan keberatan terhadap proses Muskot.

“Saya tetap menghargai langkah senior-senior yang lain kalau ingin terus melanjutkan somasi tersebut,” ujarnya.

Kini, Upin berharap keputusan yang diambilnya dapat menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang terjadi.

Ia ingin polemik segera ditutup dan KADIN kembali fokus pada tugas utamanya, yakni menjadi wadah bersama bagi para pelaku usaha di Gorontalo.

“Saya hanya berharap polemik ini segera berakhir. KADIN Gorontalo harus menjadi rumah bagi para pengusaha yang ada di Gorontalo,” tandasnya.(IG01)