Datang dan Makan Bersama Anak Yatim, Ini Pesan Ketua DPRD Gorontalo

Datang dan Makan Bersama Anak Yatim, Ini Pesan Ketua DPRD Gorontalo
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili saat bersilaturahmi dengan anak-anak asuh LKSA Darul Mubin, Kota Gorontalo(foto.humasdeprov)

Info Gorontalo - Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili memilih menghabiskan waktu bersama anak-anak yatim di LKSA Darul Mubin, Kota Gorontalo, Jumat (18/9/2026).

Tidak ada jarak dalam pertemuan itu. Thomas duduk bersama anak-anak, berdialog, kemudian makan dalam satu suasana kekeluargaan.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda berbagi. Ia ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak agar tidak menjadikan kondisi keluarga sebagai batas untuk meraih masa depan.

“Jangan merasa bahwa karena kita anak yatim atau piatu, masa depan kita terbatas,” kata Thomas.

Menurut dia, kondisi yang dihadapi anak-anak saat ini justru harus menjadi dorongan untuk tumbuh lebih kuat dan mandiri.

“Justru dari kondisi seperti ini kita harus belajar menjadi kuat, mandiri dan berani menghadapi kehidupan,” ujarnya.

Thomas juga menyerahkan sedikit rezeki kepada anak-anak yang berada di bawah pembinaan LKSA Darul Mubin.

“Kami datang untuk bersilaturahmi, makan bersama dan berbagi sedikit rezeki. Semoga apa yang kami berikan bisa memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak di sini,” katanya.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak, Arifandy Pelealu, yang mendampingi Ketua DPRD mengatakan perhatian terhadap anak-anak di LKSA perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Arifandy, kebutuhan anak tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga membutuhkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan dan dukungan untuk membangun masa depan.

“Anak-anak ini adalah bagian dari generasi penerus yang harus kita beri perhatian dan dukungan. Kepedulian seperti ini menjadi bentuk nyata bahwa mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli terhadap masa depan mereka,” ujar Arifandy.

LKSA Darul Mubin saat ini membina 32 anak asuh dengan dukungan delapan pengasuh. Mereka berasal dari sejumlah daerah, termasuk Buol, Moutong, Bolaang Mongondow Selatan, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara hingga Sulawesi Tengah.

Bagi DPRD Provinsi Gorontalo, perhatian terhadap anak juga berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Kehadiran pimpinan DPRD dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang berada dalam pembinaan lembaga kesejahteraan sosial.

Pertemuan itu kemudian ditutup dengan makan bersama. Di tengah aktivitas tersebut, pesan Thomas kepada anak-anak menjadi bagian penting dari kunjungan itu: keadaan hari ini tidak boleh menentukan seberapa jauh mereka berani bermimpi.(IG01)