Komisi III Temui Kemenhaj RI, Bahas Nasib Revitalisasi Asrama Haji Gorontalo
Info Gorontalo - Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo kembali mengejar kepastian pembangunan poliklinik dan revitalisasi Asrama Haji Provinsi Gorontalo.
Kepastian itu dibahas dalam kunjungan kerja Komisi III ke Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Rombongan didampingi unsur Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, termasuk Kepala Bagian Tata Usaha, Azis.
Rombongan diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dwi Nugroho.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan konsultasi tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program yang sebelumnya direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Namun, rencana itu mengalami penundaan.
Espin mengatakan penundaan berkaitan dengan proses pemisahan kelembagaan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah. Proses tersebut berdampak pada penataan kelembagaan, personel, infrastruktur, hingga perencanaan anggaran.
“Ini bukan pembatalan, tetapi penundaan. Proses pemisahan kementerian membutuhkan penataan kelembagaan, personalia, hingga infrastruktur,” kata Espin.
Persoalan anggaran menjadi salah satu titik yang perlu diselesaikan. Program revitalisasi dan pengembangan Asrama Haji tersebut direncanakan menggunakan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.
Menurut Espin, pemisahan kelembagaan berlangsung pada akhir 2025, setelah proses penyusunan dan pengesahan APBN 2026 berjalan. Kondisi itu membuat diperlukan penyesuaian terhadap perencanaan anggaran pembangunan.
Komisi III tidak ingin penundaan tersebut berujung pada ketidakjelasan proyek.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, Bappenas, hingga Komisi VIII DPR RI untuk mencari skema agar pembangunan tetap masuk dalam perencanaan anggaran berikutnya.
“Harapannya, pembangunan poliklinik dan revitalisasi Asrama Haji Gorontalo dapat mulai dilaksanakan pada 2027 melalui pembiayaan SBSN,” ujar Espin.
Bagi DPRD, keberlanjutan proyek ini berkaitan langsung dengan peningkatan fasilitas pelayanan bagi jemaah haji asal Gorontalo.
Pembangunan tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat kesiapan Gorontalo dalam mengembangkan layanan perhajian di masa mendatang.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook