Komisi III DPRD Gorontalo Kejar Lagi Dana SBSN Rp68,2 Miliar untuk Embarkasi Haji
Info Gorontalo - Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo bergerak ke Jakarta untuk mengawal keberlanjutan anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai sekitar Rp68,2 miliar bagi pembangunan fasilitas pendukung Asrama Haji Gorontalo.
Persoalan anggaran tersebut dibahas dalam kunjungan kerja dan konsultasi Komisi III DPRD Gorontalo dengan Komisi VIII DPR RI. Pertemuan berlangsung di Jakarta dan diterima Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo S.AP SH.
Anggaran Rp68,25 miliar sebelumnya masuk dalam tambahan pagu SBSN pada Juni 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan sejumlah fasilitas Asrama Haji Gorontalo, antara lain gedung penginapan, gudang, dan poliklinik.
Namun, pelaksanaan anggaran tersebut menghadapi kendala. Komisi III DPRD Gorontalo kemudian meminta agar alokasi SBSN untuk Gorontalo tetap dipertahankan dan tidak bergeser ke daerah lain.
Komisi III juga mendorong agar anggaran tersebut dapat direalisasikan melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract apabila pembangunan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menjelaskan persoalan tersebut kepada Sigit Purnomo. Ia menekankan bahwa keberlanjutan anggaran SBSN memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan Gorontalo menjadi Embarkasi Haji Penuh pada 2028.
Dalam pertemuan itu, Sigit Purnomo langsung menghubungi Menteri Haji dan Umrah melalui sambungan telepon. Percakapan tersebut dilakukan dengan pengeras suara sehingga dapat didengarkan langsung oleh jajaran Komisi III DPRD Gorontalo.
Sigit menyatakan akan mengawal persoalan tersebut karena berkaitan dengan kepentingan umat dan penyelenggaraan ibadah haji.
Komisi III DPRD Gorontalo menyebut hasil pertemuan telah dituangkan dalam notulen rapat. Dokumen tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan Komisi XIII DPR RI sebagai bahan perhatian terkait keberlanjutan anggaran SBSN untuk mendukung target Embarkasi Haji Penuh Gorontalo.
Menurut Espin, pembangunan fasilitas Asrama Haji memiliki arti strategis bagi masyarakat Gorontalo. Target Embarkasi Haji Penuh telah dinantikan masyarakat selama hampir 20 tahun.
Ia menilai keberadaan embarkasi penuh dapat memberikan dampak terhadap biaya perjalanan ibadah, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui berbagai sektor pendukung.
“Pembangunan fasilitas ini sangat strategis menuju Embarkasi Haji Penuh yang hampir 20 tahun dinantikan masyarakat Gorontalo. Dampaknya juga dapat dirasakan pada sektor ekonomi daerah,” ujar Espin.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Sun Biki, turut menekankan pentingnya memastikan anggaran SBSN tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pendukung embarkasi.
Sementara itu, Syarifudin Bano mengapresiasi langkah Sigit Purnomo yang langsung melakukan komunikasi dengan Menteri Haji dan Umrah.
“Setelah mendengarkan penjelasan dari Komisi III, beliau langsung menelepon Menteri Haji dan Umrah. Kami mendengarkan secara langsung apa yang disampaikan melalui telepon. Ini merupakan kabar gembira dan patut kita apresiasi,” kata Syarifudin.
Menurut Syarifudin, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mengawal agar anggaran SBSN untuk Gorontalo tetap memiliki ruang untuk direalisasikan.
“Pak Sigit menunjukkan komitmennya. Bukan hanya mengawal, tetapi akan mengejar kementerian terkait ketika anggaran ini berpotensi tidak dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Selain membahas Asrama Haji, Komisi III DPRD Gorontalo juga menyampaikan aspirasi mengenai pembentukan struktur Pembimbing Masyarakat Hindu atau Pembimas Hindu di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.
Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, I Wayan Sudiarta, mengatakan keberadaan umat Hindu dan Buddha di Gorontalo yang telah berlangsung selama puluhan tahun menjadi salah satu dasar perlunya penguatan pelayanan keagamaan.
Komisi VIII DPR RI, kata Sudiarta, menyatakan komitmen untuk mendampingi aspirasi tersebut dan menyampaikannya kepada Menteri Agama.
Pengawalan anggaran SBSN ini menjadi bagian dari upaya Komisi III DPRD Gorontalo memastikan pembangunan fasilitas Asrama Haji tetap berjalan. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan Gorontalo menuju Embarkasi Haji Penuh 2028.
Selain pembangunan Asrama Haji, kesiapan embarkasi juga berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk perluasan apron dan taxiway Bandara Djalaluddin Gorontalo.


Komentar (0)
Komentar Facebook