Syamsir Ajak Semua Pihak Bersatu Selamatkan Bahasa Daerah Gorontalo

Syamsir Ajak Semua Pihak Bersatu Selamatkan Bahasa Daerah Gorontalo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi menyampaikan pandangannya (Ferry/InfoGorontalo)

Info Gorontalo - Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di Gorontalo mulai menjadi perhatian DPRD Provinsi Gorontalo. Generasi muda dinilai semakin jarang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari sehingga diperlukan langkah konkret untuk menjaga keberlangsungannya.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, mengatakan persoalan tersebut juga menjadi aspirasi masyarakat yang ia terima saat melaksanakan reses di Kecamatan Suwawa. Warga meminta pemerintah daerah mengambil langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Syamsir bersama anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan, Kantor Bahasa Gorontalo, para tokoh adat, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Gorontalo.

Pertemuan itu membahas rencana revisi peraturan daerah tentang pelestarian bahasa daerah. Revisi dinilai perlu dilakukan agar kebijakan yang ada mampu menjawab tantangan saat ini sekaligus memperkuat upaya perlindungan bahasa lokal.

Empat bahasa daerah menjadi fokus pembahasan, yakni bahasa Suwawa, Atinggola, Limboto, dan Paguyaman. DPRD berharap seluruh bahasa tersebut dapat terus digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui dukungan regulasi yang lebih kuat.

Syamsir menegaskan keberhasilan revisi perda tidak hanya bergantung pada DPRD, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Kantor Bahasa, tokoh adat, dan masyarakat. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus menjadi agenda bersama agar identitas budaya Gorontalo tetap terjaga di tengah perubahan zaman.(IG01)