Syamsir Minta Dishub Hitung Matang Anggaran Operasional Bus Sekolah di Gorontalo
Info Gorontalo - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, meminta Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo menyusun perencanaan yang lebih cermat untuk program layanan transportasi pendidikan. Ia menilai keberadaan bus sekolah sangat dibutuhkan, terutama bagi pelajar yang tinggal di wilayah dengan akses pendidikan yang masih terbatas.
Permintaan itu disampaikan Syamsir saat rapat dengar pendapat Komisi III DPRD bersama Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo. Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pengadaan armada, tetapi juga pada kesiapan anggaran operasional yang berkelanjutan.
Syamsir meminta Dinas Perhubungan menghitung kembali seluruh komponen biaya operasional, mulai dari kebutuhan bahan bakar minyak, perawatan kendaraan, penggantian suku cadang, hingga biaya operasional rutin lainnya.
“Jangan sampai biaya yang bersifat wajib seperti BBM tidak dihitung secara matang. Kalau anggaran operasional tidak mencukupi, layanan bus sekolah bisa terhenti dibulan ke tujuh,” kata Syamsir.
Politikus Partai Gerindra itu juga menyoroti adanya perbedaan alokasi anggaran layanan transportasi pendidikan antara APBD Induk 2026 dan APBD Perubahan 2026. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi karena akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Ia berharap pemerintah daerah memastikan anggaran operasional disusun secara realistis agar armada bus sekolah dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi pelajar yang membutuhkan.
Selain membahas transportasi pendidikan, Syamsir turut meminta Dinas Perhubungan melakukan identifikasi ulang kebutuhan lahan di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Langkah itu dinilai penting sebagai bagian dari persiapan mewujudkan status embarkasi haji penuh di Provinsi Gorontalo.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook